S2 HC & Knowledge Management UI

Perekonomian dunia saat ini sedang bergerak dari era industri berbasis aset fisik dan uang ke era ekonomi berbasis aset intangible atau knowledge. Menurut Paul R Niven dalam Balanced Scorecard, rata rata dua per tiga aset perusahaan di dunia saat ini sudah berupa aset intangible seperti reputasi, customer relation, brand image, dan kompetensi. Sisanya, sepertiga berupa aset tangible seperti aset tanah, bangunan, peralatan dan keuangan. Sedangkan pada beberapa perusahaan rasio tersebut mencapai angka yang luar biasa, yaitu:  perbandingan aset Microsoft pada tahun 2000 antara aset intangible dan tangible adalah 15 : 1. Rasio tersebut pada beberapa organisasi berbasis pengetahuan lainnya seperti Toyota, Nokia dan Intel dapat mencapai 10 (intangible) : 1 (tangible). Jelas bahwa peran aset tangible   berupa aset fisik dan uang sudah mulai.

Walaupun aset intangible ini memegang peranan kritis tetapi aset ini tidak tercermin dalam Laporan Keuangan Organsiasi, misalnya, culture, reputasi, brand image, customer relation. Hal ini disebabkan pandangan linier yang diperoleh dari disiplin ilmu untuk penyusunan laporan keuangan sudah mapan dan statis yaitu ilmu akutansi dan keuangan. Disiplin ilmu untuk mengelola aset intangible justru masih sangat baru dan demikian juga sekolah-sekolah yang menawarkan disiplin ini. Oleh karena itu terbuka peluang besar bagi UI untuk membuka program studi manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk membekali dan memberdayakan  organisasi-organisasi baik yang profit oriented maupun  nonprofit oriented untuk memperoleh daya saing (competitive advantage) dalam menghadapi perubahan kearah era  knowledge based economy.


---------
fotnnote:
Intangible Assets adalah: “Knowledge that exist in an organization to create differential that encompass such as copyrights, workforce knowledge, leadership, information systems, process. Akan digunakan secara bergantian dengan Intelectual Capital. dalam buku Intellectual Capital: The New Wealth of Organizations , Tom Steward, Double day New York, 1998, Hal.67. Istilah Intangibel Assset Juga digunakan Kaplan dan Norton dalam buku Strategy Map, 2004.
--------


Dasar Pemikiran

Seperti diutarakan pada pendahuluan,  Perekonomian saat ini sedang bergerak dari era industri yang berbasis aset fisik dan uang ke era ekonomi berbasis aset knowledge (pengetahuan).  Dapat disimpulkan bahwa faktor aset intangible menjadi kritis dalam menetukan nilai organisasi masa depan. Organisasi akan meraih daya saingnya dari pengelolaan aset intangible (atau knowledge Management), karena hanya dari pengelolaan knowledge inilah akan tercipta inovasi-inovasi yang menjadi sumber diferensiasi organisasi dan selanjutnya menjadi sumber competitive advantage yang berkesinambungan. Tidak heran mengapa Alvin Toffler  mengatakan “Knowledge is a potential source of competitive advantage”. Bahkan Peter Drucker  mengatakan: “Knowledge is the only source of competitive advantage”. Artinya satu satu aset yang sulit ditiru competitor hanyalah knowledge sedangkan tangible asset berupa fisik dan keuangan akan mudah ditiru competitor. Sehingga knowledge menjadi faktor diferensiasi yang sulit ditiru

Oleh karena itu perlu diadakan suatu pendidikan tingkat pascasarjana yang mengajarkan bagaimana mengelola aset intangibel knowledge tersebut agar dapat memberikan daya saing. Hal inilah yang belum ada di Indonesia sehingga UI perlu mengabdikan sumber dayanya untuk membuka program studi magister Knowledge Management UI. Aset intangible seperti Customer Relation, Culture, Information Management, Reputation, Change Management, Organizational Systems, Core competence, Brand image, Technology, Social Network, Content Management, dll merupakan suatu aset sangat berperan dalam menentukan nilai organisasi. Oleh karena itu jelas bahwa Program Studi Knowledge Management Psikollgi  UI merupakan Program Studi interdisiplin. (Dalam buku Powershift (1995),  Dalam buku Post Capitalist Society (2000)

UI sebagai universitas mempunyai berbagai fakultas yang dapat disinerjikan dan dikombinasikan secara lintas bidang ilmu, sehingga menghasilkan suatu Program studi KM-UI. Fakultas Teknik merupakan induk dari disiplin Teknologi, FEUI merupakan induk dari customer relation, FISIP merupakan induk dari disiplin social network, Psikologi sebagai disiplin ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, merupakan dasar dari change dan leadership, dst. Sehingga aset-aset intelektual yang ada dilingkungan UI, dimobilisir dan disintesis menjadi suatu aset yang baru dari UI, yaitu melalui Program Studi manajemen pengetahuan (Knowledge Management).

Mengapa di Fakultas Psikologi?

Knowledge didefinisikan sebagai experience atau expertise (Webster Dictionary). Sedangkan menurut formatnya knowledge dibagi menjadi dua yaitu format explicit knowledge (informasi hardcopy maupun softcopy) dan format tacit knowledge (expertise diperoleh melalui experience). Knowledge Management merupakan suatu pengelolaan yang memfasilitasi proses penciptaan knowledge, distribusi knowledge dan aplikasi knowledge kedalam produk maupun jasa. Ketiga proses diatas yaitu penciptaan, distribusi dan aplikasi knowledge merupakan inti dari knowledge management.

Sedangkan dalam School of thought KM dibagi menjadi dua aliran yaitu aliran yang mempunyai believe bahwa knowledge dpat di ciptakan (cartesian split) seperti engineering dan artificial intelligence, dan aliran sosial serta psikologi yang mempunyai believe bahwa knowledge tidk dapat di create tetapi dapat di fasilitasi. Psikologi HC and KM menganut bahwa tidak mungkin seluruh knowledge creation manusia dapat di extract menjadi artificial intelligence, tetapi dapat di fasilitasi sehingga menjadi value creation seperti innovation dan improvement (lihat gamar knowledge track, sveiby, 2001)

    Berbeda dengan aset fisik dan uang yang akan mengalami depresiasi (diminishing return) maka aset knowledge malah bertambah jika didistribusikan (increasing return). Uang akan habis jika dibagi bagikan tetapi pemilik knowledge tidak akan kehabisan knowledge jika ia membagi pengetahuannya kepada orang lain karena pengetahuan tersebut akan bertambah menjadi dua. Jika pengetahuan tersebut didiskusikan / brainstorming lebih lanjut malah dapat memunculkan ide baru sehingga pengetahuan yang semula satu menjadi tiga dan seterusnya (increasing return). Inilah yang perlu dikelola dengan kaidah knowledge management sehingga memberikan inovasi derajat tinggi yang unik dan tidak dipunyai oleh organisasi lain sehingga menjadi competitive advantage organisasi sampai pada suatu saat ditiru oleh organisasi lain dan demikian seterusnya. Akibatnya knowledge management harus memfasilitasi keberlangsungan inovasi tersebut secara berkesinambungan.
    Walaupun sarana canggih seperti internet / intranet portal, electronic groupwares, Electronic Document Management System sudah di implementasikan tetapi menurut Microsoft, dalam artikel Knowledge Management Practice maka kendala terbesar knowledge management justru tidak mendukungnya budaya knowledge sharing organisasi. Bahkan pakar knowledge management sangat terkenal dari UC Berkeley,  Nonaka dalam bukunya Knowledge Creation Companies mengatakan bahwa inovasi dilakukan oleh manusia secara berkolaborasi dan bukan dilakukan oleh organisasi. Dengan demikian lingkungan manusia tersebut yang berupa budaya akan sangat berpengaruh besar terhadap penciptaan corporate knowledge.
Saat ini manusia cenderung memegang prinsip knowledge is power yang jika di share (distribusi) maka manusia akan kehilangan arti. Ini menjadi dilema karena jika manusia di “paksakan”oleh sistem untuk membagi knowledgenya maka ia akan merasa dipaksa dan tidak akan sepenuhnya membagi knowledgenya.      Bagaimana membuat manusia mau membagi knowledge mereka pada organisasi secara partisipatif dan saling menguntungkan sehingga menjadi corporate knowledge dalam bentuk inovasi.  Inilah masalah utama dari implementasi knowledge management yang hanya dapat dijawab dengan merubah behaviour dan attitude manusia terhadap knowledge sharing.  Psikologi UI sangat kompeten dalam hal ini sehingga menjadi dasar bagi kami untuk membuka jurusan Psikologi SDM dan Knowledge Management pertama di Indonesia yang fokus utamanya adalah manusia tanpa mengabaikan manfaat yang diberikan oleh teknologi informasi. Program ini juga diciptakan dalam rangka mempersiapkan knowledge workers Indonesia (orang yang bekerja dengan pengetahuan) menghadapi kendala kendala utama dalam mengimplementasikan dan menyelaraskan knowledge management terhadap strategi korporasi sehingga siap bertarung pada era knowledge economy abad 21.

Perkembangan Ilmu Interdisiplin

Program Magister managemen pengetahuan (Knowledge Management) merupakan suatu program unggulan yang bersifat Interdisiplin dalam pengembangan ilmu pengetahuan, serta melakukan inovasi pada  berbagai bidang untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan berkembang sebagai program unggulan Pascasarjana Universitas Indonesia yang mampu menjawab tuntutan terhadap peran nyata perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa dan bersaing dalam pengembangan pendidikan yang berkualitas dengan perguruan tinggi lainnya baik yang ada  didalam maupun di luar negeri.
   Secara keseluruhan, untuk menghasilkan lulusan yang kompeten maka kualifikasi calon mahasiswa yang dapat melamar pada Program Magister manajemen pengetahuan (Knowledge Management) adalah sarjana S1 dari segala jurusan. Mahasiswa yang diterima harus lulus standar minimum ujian saringan yang meliputi TPA, EPT, tes substansi (ekonomi, bisnis dan manajemen) dan wawancara.
    Bidang manajemen pengetahuan (Knowledge Management) tidak memiliki pohon ilmu, karena bersifat Interdisiplin. Manajemen pengetahuan (Knowledge Management) sebagai disiplin ilmu mempunyai kesempatan berkembang yang sangat terbuka, sesuai dengan perkembangan yang terjadi dalam era tehnologi dan informasi yang berdampak pada perekonomian dan dunia bisnis. Pengertian tersebut mempunyai dua arti, yaitu:


  1. Knowledge Management sebagai sebuah disiplin ilmu merupakan kontribusi dari berbagai bidang ilmu, antara lain: sosiologi, psikologi, manajemen, ilmu informasi, komunikasi dan teknologi.
  2. Knowledge Management merupakan disiplin ilmu yang mempelajari interaksi antara teori-teori dan konsep-konsep yang berbeda dari berbagai bidang ilmu.

Kunci keberhasilan persaingan di era Knowledge based economy menurut studi dari KPMG Survey (2003) adalah kecepatan inovasi dan adaptasi (agile). Tantangan di era knowledge based economi adalah discontinutity (inovasi tak terduga) dan kunci jawabannya adalah Learning & innovation Speed.
Mengingat kompleksnya masalah perubahan akibat loncatan dari era ekonomi berbasis industri ke ekonomi berbasis pengetahuan yang dilatar belakangi oleh berbagai aspek  (teknologi, deregulasi perdagangan, privatisasi) maka diperlukan sumbangsih berbagai sudut pandang ilmu, seperti ekonomi, Psikologi, sosiologi, Informasi, komunikasi dan teknologi serta bidang ilmu lainnya.

Visi dan Misi Program

Sebagaimana layaknya suatu program pendidikan yang berwawasan ke depan maka visi dan misi Program Studi manajemen pengetahuan (Knowledge Management) adalah:

Visi:

  1. Menjadi penyelenggara Program Magister Manajemen Pengetahuan ( Knowledge Management) yang terbaik di Indonesia yang mampu bersaing dengan program sejenis lainnya di kawasan ASEAN dalam menghasilkan lulusan magister berstandar internasional.
  2. Mempertahankan dan mengembangkan kualitas UI sebagai World Class University

Misi:

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan dari era knowledge-based economy.
  2. Menawarkan kurikulum yang mampu menciptakan agile knowledge workers.
  3. Menawarkan kurikulum dan mata kuliah mampu bersaing dengan program magister terbaik di kawasan ASEAN, dengan silabus terbaru dan terpadu antara teori dan konsep yang selaras dengan kebutuhan pasar, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Menyediakan staf pengajar terbaik dan berkualitas sesuai dengan bidang yang diajarkan serta menciptakan lingkungan belajar (academic atmosphere)  yang nyaman dan budaya organisasi yang prima di kalangan staf pengajar, sehingga seluruh staf pengajar akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan kualitas penyampaian materi kuliahnya.
  5. Implementasi paradigma baru proses pembelajaran yaitu pendekatan Student Centered Learning (SCL) process, dengan Active Learning (AL), Problem Based Learning (PBL), Collaborative Learning (CL) maupun Pemanfaatan komputer sebagai media belajar dengan pendekatan Computer Mediated Learning (CML)
  6. Merekrut calon mahasiswa terbaik dengan proses seleksi yang ketat untuk dididik menjadi magister yang mandiri, kreatif, inovatif dan professional dalam bidangnya sesuai dengan standar mutu nasional dan internasional.
  7. Menyediakan staf administrasi professional yang mampu mendukung kelancaran proses kegiatan belajar mengajar
  8. Melaksanakan dan menyelenggarakan  dan penelitian untuk masalah-masalah knowledge Management yang relevan melalui kerja sama dengan instansi, perusahaan bisnis, pemerintah, dan lembaga penelitian.

Kualifikasi Lulusan

Melalaui survei    yang dilakukan terhadap implementasi knowledge management di  500 organisasi tersebar di Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda, ditemukan tiga hal yang menjadi tantangan dalam implementasi knowledge management di masa mendatang. Salah satunya adalah ”assuring successful implementation” , yaitu dengan memperhatikan  hal-hal sebagai berikut:
Analisa kebutuhan-kebutuhan knowledge.
Membentuk organisasi yang dapat memanfaatkan proses knowledge.
Susun daftar isu-isu yang terkait dengan masalah kultural (SDM).
Realisasi proses pengukuran.

Era kompetisi sekarang ini bukan sekedar membutuhkan respons, akan tetapi respons yang cepat (speed) dan akurat. Hal ini menuntut pengelolaan knowledge secara cepat dan akurat untuk menghasilkan Competitive Advantage menghadapi kompetisi global.

Para lulusan program Magister manajemen pengetahuan (Knowledge Management) diharapkan memiliki kualifikasi sebagai berikut:
  • Mampu menjelaskan proses pembentukan knowledge based society dalam organisasi
  • Mampu mengidentifikasi peluang yang diperoleh dari era ekonomi berbasis knowledge
  • Mampu menjabarkan strategi korporasi menjadi strategi berbasis knowledge
  • Mampu mengembangkan inovasi dalam organisasi melalui pengembangan sikap saling percaya di antara inMdividu dalam organisasi (trust) dan pengembangan sistem imbal jasa yang mendukung timbulnya proses sharing yang bermuara pada pengembangan budaya distribusi pengetahuan (Knowledge sharing culture)
  • Mampu melakukan analisis social network
  • Mampu mendisain knowledge flow (tacit knowledge) dalam struktur sebagai pelengkap dari information flow (explicit knowledge) menggunakan hasil analisis social network
  • Mampu menciptakan komunitas team work fungsional (community of practice dan community of interest) agar tercipta kolaborasi
  • Mampu mensinergikan sense making, knowledge making dan decision making
  • Mampu menciptakan iklim untuk mengatasi kendala  implementasi knowing-doing gap.
  • Mampu menyusun penelitian ilmiah, sehingga lulusan program ini selain dapat mengikuti Program S3, juga dapat menghasilkan temuan baru melalui penelitian.
Hubungan distribusi mata kuliah dan curriculum rationale dapat dilihat pada gambar hard skills dan soft skills di bawah ini:


Uraian kurikulum

Kurikullum Paska Psikologi Human Capital dan Knowledge Management. Mata Ajaran Terapan Psikologi UI, terdiri dari 4 (empat) semester. Semester 1 adalah Mata Ajaran Kemagisteran yang harus dijalani oleh seluruh mahasiswa terapan. Semester 2 – 4 adalah Mata Ajaran Inti / Utama dan Pendukung sesuai dengan konsentrasi yang dipilih oleh mahasiswa ketika masuk ke Program Studi ini. sbb.:


No
Kode MA
Mata Ajaran
SKS
Semester I
1
PSP 51001
Filsafat Ilmu Pengetahuan
2
2
PSP 51004
Konstruksi Alat Ukur
2
3
PSP 51005
Statistik Lanjut
2
4
PSP 51009
Metode Penelitian Terapan
3
5
PMT 52705
Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan
3
Jumlah SKS Semester 1
12




Semester II
6
PMT 52702
Psikologi Belajar
2
7
PMT 52703
Organisasi Pembelajaran
3
8
PMT 52706
Psikologi Manajemen Stratejik
2
9
PMT 61710
Psikologi Manajemen Sumber Daya Stratejik
3
10
PMT 61708
Psikologi Social Network Analysis
2
Jumlah SKS Semester II
12




Semester III
11
PMT 61707
Manajemen Pengetahuan
3
12
PMT 61712
Manajemen Perubahan
2
13
PMT 61714
Manajemen Inovasi
3
14
PMT 62711
Kapita Selekta Human Capital & Knowledge Management
2
15
PMT 61000
Proposal Tesis
2
Jumlah SKS Semester III
12




Semester IV
16
PMT 63000
Tesis
6
Jumlah SKS Semester IV
6
TOTAL SKS
42

Deskripsi Ringkas Mata Ajaran Psikologi  Human Capital And Knowledge Management


1.Filsafat Ilmu Pengetahuan

  • Peserta mampu memahami asumsi-asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis berbagai paradigma/perspektif ilmiah (khususnya dalam psikologi) serta mampu mempertimbangkan dan menentukan pilihan paradigma dengan tepat dalam penelitian atau pendekatan ilmiah yang dilakukannya.

2. Konstruksi Alat Ukur

  • Membahas persyaratan alat ukur yang digunakan dalam penelitian psikologis, yang memenuhi persyaratan alat ukur yang baik, yaitu reliable, valid, memiliki item-item yang baik, obyektif, terstandar, dan memiliki norma. Pada akhir perkuliahan mahasiswa diminta untuk menyusun alat ukur yang memenuhi persyaratan alat ukur yang baik.

3. Statistik Lanjut

  • Membahas peran statistik dalam penelitian ilmiah, statistik deskriptif, statistik inferensial, statistical test untuk between dan within-subjects design, dan multiple regression analysis. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan statistika secara tepat untuk mengalisis bermacam-macam data dalam berbagai macam penelitian, sesuai dengan tujuan penelitian yang diinginkan.

4. Metode Penelitian Terapan

  • Metode Penelitian Kuantitatif:  Membahas dasar-dasar metode penelitian kuantitatif. Setelah mengikuti mata ajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan konsep dan dasar-dasar metode penelitian kuantitatif, serta mampu membedakan antara penelitian yang dilandasi metode penelitian yang baik dan tidak baik.
  • Metode Kualitatif:  Membahas dasar-dasar metode penelitian kualitatif. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kelebihan dan kelemahan metode penelitian kualitatif dibandingkan dengan penelitian kuantitatif, mengetahui masalah yang tepat untuk diteliti dengan metode kualitatif, mampu melakukan penelitian psikologi dengan pendekatan kualitatif, dan mampu melakukan penulisan hasil penelitian kualitatif

5.   Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan

  • Mata ajaran ini menjelaskan berbagai teknologi yang mendukung proses Knowledge Management dalam jenjang operasional dan strategik. Pada pelajaran ini akan dijelaskan berbagai arsitektur dari sistem, komponen-komponen terkait dan fungsinya serta bagaimana komponen-komponen teknologi berinteraksi satu dengan lainnya. Interaksi komponen-komponen tersebut harus memberikan kontribusi optimal terhadap sasaran strategis perusahaan. Misalnya mengotimalkan software, groupware, dan taxonomy
6.   Psikologi Belajar

  • Mata ajaran ini menjelaskan proses perubahan tingkah laku yang ditimbulkan oleh pengalaman belajar seseorang. Proses pembelajaran melibatkan komponen perubahan yang relatif permanen, perubahan tingkah laku yang mengakibatkan perubahan dalam bertindak. Akan dibahas penerapan teori belajar untuk mengubah sikap maupun perilaku yang menghambat knowledge management.

7.   Organisasi Pembelajaran

  • Menjelaskan konsep dasar dan prinsip-prinsip dari proses penciptaan suatu inovasi pada organisasi melalui spiral of organizational knowledge creation yang mencakup knowledge conversion, yaitu Sosialization, Externalization, Combination dan Internalization (SECI). Dalam mata kuliah ini, akan dibahas cara learning organization memfasilitasi pengembangan strategi untuk memperbaiki kinerja organisasi berdasarkan teori dan penelitian. 
  • Disamping itu, akan dibahas pula hubungan antara individual learning dan organizational learning dan cara memperoleh individual knowledge untuk mecapai sasaran organisasi, serta dua proses pembelajaran dalam organisasi (single loop learning dan double loop learning). Mata ajaran ini mendiskusikan proses terjadinya pembelajaran di dalam organisasi dan strategi pembelajaran kontemporer yang efektif, serta hambatan-hambatan dalam usaha pembelajaran tersebut.

8.   Psikologi Manajemen Stratejik

  • Membahas peranan faktor-faktor psikologi di ‘level’ individu, grup maupun organisasi yang mempengaruhi perumusan tujuan stratejik organisasi serta cara-cara untuk mengoptimalkan proses pengendalian faktor itu untuk mencapai tujuan.

9. Psikologi Manajemen Sumber Daya Manusia Stratejik 

  • Kuliah ini memberikan pemahaman tentang keterkaitan antara strategi bisnis, strategi SDM dan akitivitas-aktivitas pengelolaan SDM seperti perencanaan SDM, rekrutmen & seleksi, pelatihan & pengembangan, dan sebagainya. Pembahasan diberikan dalam konteks globalisasi dan perspektif internasional. Dengan demikian, sebagai praktisi SDM akan mampu menjadi rekan bisnis strategis (Strategic Business Partner) bagi pimpinan perusahaan, yang memahami perkembangan global dan perspektif internasional.

10. Psikologi Social Network Analysis

  • Akhir ini pemakain konsep Social Network Analysis semakin banyak pada bidang business. Hal ini terlihat dari buku buku SNA yang diterbitkan oleh sekolah Business seperti Harvard Business Press. Knowledge Management berkembang dari era 1st Generation Knowledge Management dengan fokus pada Teknologi Informasi, 2nd Generation KM dengan fokus pada Sharing Culture dan akhirnya berevolusi menjadi 3rd Generation KM dengan fokus pada social network. 
  • Secara formal suatu organisasi terstruktur menurut Struktur yang terlihat yaitu Struktur Organisasinya, tetapi pada kenyataanya arus informasi yang terjadi tidak selalu mengikuti struktur formal tersebut, dapat terjadi aliran informasi yang informal. Misalnya pada saat menghadapi permasalahan maka orang akan bertanya pada sejawat dia yang dianggap ahli pada masalah tersebut dan bisa saja berada diluar struktur dia. Sehingga yang terjadi adalah kolaborasi informal antara knowledge center, knowledge user dan knowledge broker. Hal inilah yang akan di pelajari dan di bahas pada mata kuliah ini. 
  • Salah satu contoh kegagalan pada aliran informasi ini sangat jelas terlihat pada perusahan yang baru merger dan diakuisisi dimana staf dari perusahaan lain bergabung dengan perusahaan yang lain juga. Walau secara struktur formal organisasi terlihat semuanya sudah terintegrasi tetapi pada kenyataannya banyak perusahaan yang baru di ausisi dan merger gagal melakukan integrasi,  bahkan melakukan PHK pada beberapa knowledge center yang diangap expert. Semua hambatan knowledge sharing  dapat terjadi karena belum dilakukanya Social Network Analysis.

11. Manajemen Pengetahuan

  • Mata ajaran ini mengangkat kasus-kasus yang terkait dengan proses Knowledge Management yaitu create, share, dan apply. Berbagai kasus pada dunia nyata yang diambil dari berbagai jurnal-jurnal Knowledge Management terkemuka di dunia, dan dibahas serta dipresentasikan oleh peserta. Dengan demikian peserta dapat mengetahui konsep yang diperoleh dan penerapannya pada berbagai situasi dalam organisasi.

12. Manajemen Perubahan

  • Saat ini kemajuan teknologi (khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi) mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan yang sangat meluas. Perubahan juga terjadi di bidang sosial dan kehidupan masyarakat secara global. Disamping itu juga terjadi perubahan peta politik, peraturan, perundang-undangan dan pola perekonomian. Untuk itu, setiap perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut, untuk menghindari kegagalan. Di dalam mata ajaran ini mahasiswa diajarkan hal ikhwal manajemen perubahan dan kondisi eksternal maupun internal yang mempengaruhi perusahaan, untuk memampukan mereka menjadi agen perubahan. 

13. Manajemen Inovasi 

  • Dalam mata ajaran ini mahasiswa akan mengenali berbagai konsep dan teknik yang telah dikembangkan untuk terjadinya kewirausahaan atau inovasi di organisasi dan bagaimana mengelola inovasi tersebut. Titik tolak penelusuran adalah bagaimana mengidentifikasi kesempatan masa depan, memasukkannya dalam organisasi dan membudayakan inovasi. Teknik yang akan secara khusus di pelajari adalah bagaimana proses terjadinya inovasi produk.

15. Kapita Selekta Human Capital & Knowledge Management

  • Mata ajaran ini akan mengusulkan atau memberi kesempatan pada mahasiswa untuk lebih memahami sejumlah konsep dan teknik dalam bidang manajemen khususnya manajemen sumberdaya manusia yang tidak atau belum dapat dijadikan mata ajaran sendiri. Contoh-contoh topik adalah; Computer security, core competency, foresight, undang-undang hak cipta dan lain-lain. Dalam naungan mata ajaran ini mahasiswa juga akan diberi kesempatan untuk mempelajari kiat-kiat pengembangan diri dan pengembangan karir. Sebagian besar dari topik-topik yang dibahas akan diberikan oleh pembicara tamu/praktisi yang datang dari dunia usaha, lembaga pemerintah dan organisasi lain.

16. Proposal Tesis

  • Menyusun proposal penelitian yang akan diajukan untuk tesis S-2, dimulai dari penetapan judul, penusunan bab Pendahuluan, bab Teori, bab Metode Penelitian, dan jadwal pelaksanaan. Selama dalam proses penyusunan proposal mahasiswa dapat berkonsultasi dengan dosen pada jam-jam terstruktur yang telah dijadwalkan. 

17. Tesis

  • Ini adalah persyaratan akademis terakhir yang harus dipenuhi mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk mendapat ijazah sebagai Master Psikologi Terapan. Tugas dalam bentuk proyek penelitian ini memberikan peluang pada mahasiswa untuk mencari, menemukan dan melakukan penelitian kritis dan analistis terhadap sebuah masalah yang dihadapi sebuah organisasi dalam lingkungan yang berubah sedemikian pesat dan tidak menentu.

Kompetensi Lulusa Psikologi HC dan KM 

  • Mampu mengidentifikasi peluang yang diperoleh dari era ekonomi berbasis knowledge 
  • Mampu menjabarkan strategi korporasi menjadi strategi berbasis knowledge 
  • Mampu mengembangkan inovasi dalam organisasi melalui pengembangan sikap saling percaya diantara individu dalam organisasi (trust) dan pengembangan system imbal jasa yang mendukung timbulnya sharing yang bermuara pada pengembangan budaya distribusi pengetahuan (Knowledge sharing culture)
  • Mampu menciptakan komunitas team work fungsional (community of practice dan community of interest) agar tercipta kolaborasi
  • Mampu menyusun penelitian ilmiah dengan kualitas yang baik.



Staf Pengajar

Staf pengajar inti terdiri dari dosen-dosen yang memiliki kompetensi sesuai dengan mata kuliah dan bidangnya dari fakultas-fakultas di lingkungan Universitas Indonesia, yaitu antara lain:
Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Program Pascasarjana UI. Staf pengajar inti terdiri dari staf pengajar yang memiliki kualifikasi Profesor (4 orang), Doktor (1 orang), dan Master dan saat ini menjadi kandidat doktor (5 orang).  yaitu sebagai berikut:

Prof. Dr. M. Enoch Markum, Psi.UI, 




No
Nama
Asal Fakultas
Kualifikasi
Mata kuliah


Prof. Dr. M. Enoch Markum

F.Psi.UI

Guru Besar

Advanced Organizational Behavior

Prof. Dr. Andreas Budihardjo

MM PM
Guru Besar
KM I Organizational Learning

Dr. R.W. Matindas

FPsi-UI
Doktor
Learning Psychology

Ir. Rudy Siahaan, PGD,MM

FTUI

Master
- Certified Knowledge Manager Sveiby;
-Certified SAP Consultant 
-KM SystemDev.
-Knowledge Mgt 2
-Business Social Network Analysis

Dr. Wilman Dahlan MOP
F.Psi.UI
Doktor
Change Management

V. Winarto, Ph.D
ITB
Doktor
Innovation Management


----------


Kuliah Matrikulasi bagi Sarjana Non Psikologi

Mempersiapkan peserta untuk memahami dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan akademik di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UI
Kurikulum Matrikulasi
1. Dasar-dasar statistik dan metodologi penelitian 2 SKS
2. Sejarah dan aliran Psikologi 2 SKS
3. Fungsi Mental 2 SKS
4. Dasar-dasar penyusunan alat ukur penelitian 2 SKS
5. Psikologi kekhususan Bidang Studi 2 SKS
6. Bahasa Indonesia untuk penulisan karya ilmiah * 2 SKS
7. Bahasa Inggris (reading comprehension)* 2 SKS
* : Khusus bagi mereka yang dinilai perlu mengikuti matakuliah ini



Syarat Calon Peserta

- Sarjana dari berbagai bidang ilmu, lulusan dari:
1. Perguruan Tinggi Negri
2. Perguruan Tinggi Swasta dengan ijazah yang disamakan oleh Kordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) 
3. Perguruan Tinggi Luar Negri dengan ijazah yang telah disahkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas RI
- Bagi Sarjana non psikologi harus mengikuti program matrikulasi yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Psikologi UI
- Bagi calon peserta warganegara asing, memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang memadai untuk mengikuti Program Pascasarjana, serta memiliki izin belajar dari Depdiknas RI.
- Berbadan sehat yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter
- Surat izin belajar dari Instansi/Perusahaan dimana calon mahasiswa bekerja
- Pengalaman kerja minimal 3 tahun
- IPK S1 minimal 2,75
- Lulus ujian masuk, yang meliputi:
1. Test Potensi Akademik   3. Bahasa Inggris
2. Bahasa Indonesia 4. Tes Bakat Skolastik


Jadwal Pendaftaran dan Seleksi


lihat di www.psikologi.ui.ac.id
Pendaftaran Matrikulasi
Pendaftaran Seleksi :
Pengembalian Formulir :
Ujian Seleksi     :  


Jadwal dan tempat Perkuliahan

lihat di www.psikologi.ui.ac.id
Matrikulasi
Kuliah Semester 
Perkuliahan dilaksanakan pada setiap hari Jum’at (16.00 – 21.00 WIB) dan Sabtu (09.00 – 16.00 WIB).  Perkuliahan dilakukan di Kampus Psikologi UI DEPOK.

Gelar Akademik

Lulusan berhak menyandang gelar Magister Psikologi Terapan disingkat M.Psi.T 

Hubungi

Sekretariat Program Pascasarjana F.Psi Depok
Telp 7888 7923,   787 2616 (langsung)
        727 0004/ 727 0005/ 786 8280 Ext. 1208,  1209, 1210
Fax  7884 9183
Email: pascapsi@cbn.net.id
lihat di www.psikologi.ui.ac.id
















No comments: