WhatsNewKMUI





Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Beberapa Konsultan Global termasuk Riset Annual CEO survey dari  PwC 2012 terhadap 1250 pimpinan di 60 negara. Maka isu paling utama para CEO saat ini dapat dikelompokkan pada masalah People , Operation dan Governance (systems). Oleh karena itu sejak 2010 sudah dilakukan revisi pada kurikulum pasca psiKMUI untuk menyesuaikan dengan isu isu tersebut. karena itu dilakukian berbagai pembaharuan pada beberapa subjek di pascapsi Human Capital and Knowledge Management UI. Grafik dan laporan survey dapat diperoleh dengan google search.

Pada isu people para CEO tidak puas dengan Talent Pipeline pada saat in yang hanya fokus pada tallent war, atract and retain sebagai alat ukur keberhasilan, dan agak mengabaikan DEPLOY, DEVELOP dan NETWORK (deloitte consulting, 2012). Karena masalah yang terjadi pada kenyataan sering tidk sesuai dengan pelatihan yang diberikan sehingga para Talent harus ddiberikan kesempatan LEARNING baik TEAM LEARNING maupun ORGANIZATIONAL LEarning, Bagaimana mungkin para HR Managers dapat melakukan LEARNING DEVELOPMENT dan DEPLOYMENT tanap mengathui konsep Busines Social Network Analysis?

Dan dari berbagai riset yang dilakukan selallu  diperoleh jawaban bahwa para Talent ingin memasuki perusahaan untuk dapat memngembangkan dirinya dengan cara LEARNING dan bukan TRAINING. Demikian juga inovasi organisasi umumnya diperoleh justru dari LEARNING ORGANIZATION bukan dari TRAINING. Lalu bagaimana menbuat strategi LEARNING ORGANIZATION untuk talent agar tidak frustasi?

Saat ini ada tiga subject yang baru introduksi pada 2010 dan 2012 mata bbrp kuliah psi HC KMUI:

  1.  Business Social Network Analysis dg buku acuan Rob Cross (2008), Harvard Business PRess
  2. Strategy Alignment System Development (Kaplan and Norton 2008, 2012) pada mata kuliah KMSD (Knowledge Management Systems Development)
  3.  New Talent Mangement 2.0 vs. Traditional Talent Management , dg referensi Harvard Business REview March 2012 dan October 2011: topic Talent Issues



  • Keterangan 1: Business Social Network Analysis (2010)


Suatu mata kuliah baru yang di ajarkan sejak 2010 di Psi Human Capital dan KM adalh Business Social network dengan acuan Rob Cross (2008) Business Social network. Kasus HBR Business Social Network  di analisis dengan metode minto untuk memperoleh alternatif solusi dari sudut pnadang kajin Psikologi Human capital dan KNowledge management

BSNA yang  di refferensikan pada Harvard Business Review sebagai Third Generation Knowledge management merupakan suatu analisis KM yang sangat penting dengan asumsi bahwa jika seorang Talent keluar atau pensium dari suatu organisasi maka argumen Rob Cross dari Harvard Busines 2009:


"They not only took their Talent Asset with them but their Know-Who Asset too..".

Artinya dari aspek knowledge ada dua knowledge yang dibawa serta oleh staff yang resign atau pensiun yaitu: 
1) Tacit Knowledge dalam bentuk Talent yaitu Who Know's What about What
2) Tacit Knowledge dalam bentuk Network Collaboration Quality akan berkurang.
Perhatikan gambar dibawah yaitu pemetaan suatu kolaborasi perusahaan dalam menghadapi strategi dan taktis operasional. apa yang akan terjadi jika Knowledge Brokers menjadi frustasi dan resign? maka knowledge network yang sudah dibangun akan hancur. Bagaimana mungkin bisa sharing knowledge jika knowledge network tersebut sudah bubar? bayangkan pada perusahan Merger Acuisition, Product Development, Training, dan masih banyak lagi manffat dari 3rd gen KM yang diajarkan di pasca PsiKMUI.

  • Keterangan 3: Traditional Talent Management vs. New Talent Management 2.0

Traditional Talent Managemetn selalalu mengukur Talent War , attract dan retention tanpa mengetahui strategi Learning  collaboration melalui Connecting Network, Depoly dan Development. Jika hanya development melalui TRAINING maka akan menjadi masalah, karena yang terjadi di dunia nyata justru diperoleh oleh LEARNING Organization (Collaboration). Bayangkan seorang yang menpunyai Talent sangat tinggi di deploy dan di develop hanya dengan training dan deploymentnya tida sesuai dengan network yang diingin kan tentu akan frustasi dan meninggalkan perusahaan. Hanya mendevelop dengsan TRaining dan Reward maka tetap akan membuat seorang Talent Bosan dan Frustasi. Develop bukan Training tetapi melalui Team learning dan ORganizational Learning (Talent Colaboration development). How? Dengan Business Social Network Analysis. Selanjutnya silahkan cek di Google search dengan kata : Traditional Talent Management






  • New Talent Management 2.0 (to open) + Business Social Network Analysis